• PKBM PELITA HARAPAN CILEUNGSI
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Cileungsi,11 November 2020 - Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

 

Tujuan AKM

Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran. (doc-admin)-kenzie

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Selamat Hari Pahlawan 10 November 2020

Cileungsi - Bangsa Indonesia memperingati setiap tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Pemerintah menetapkan Hari Pahlawan Nasional sebagai hari besar yang bukan hari

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 83 kali
Bagaimana penerapan Kurikulum 2013 (K-13) di PKBM ?

Cileungsi, 11 November 2020- Kurikulum 2013 atau lebih dikenal dengan K13 merupakan proses pembelajaran dengan mengedepankan aspek pengetahuan, keterampilan sikap dan perilaku. Penerapa

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 72 kali
Mengenal Literasi

Cileungsi (12/11/2020) kalimat literasi mulai ramai diperbincangkan seiring wacana Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) digulirkan dan pada uji coba bersekla besar, namun demikian literasi

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 77 kali
Sample Post 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 63 kali